Kala pulang kampung menjadi sebuah keseringan

SUGENG RAWUH

Super Favorite

“Dan Allah menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan, dan Dia mengampuni kamu, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S Al Hadid : 28)

Thursday, November 8, 2012

Yang Unik di kalkulus




Selalu ada yang menarik di kalkulus

 Itulah satu dari sekian kesan yang saya dapatkan setelah hampir tiga semester berjuang bersamanya. Kalkulus I, Kalkulus II, daaan ffuuuuhhh.. akhirnya kalkulus III. Tapi jangan berpikir dulu kalau saya pasti pecinta kalkulus, oh jangan dulu hehe. Belum sepenuhnya menjadi pecintanya namun, masih dalam taraf berusaha mencintainya #eyaaaaaa.  Ingat! Itu satu dari kesekian kesan, pembaca bisa menafsirkan sendiri bagaimana dengan kesan yang lainnya, sepertinya saya bakal sepakat dengan Anda, hehe.

Start from kalkulus I, kalau dari materinya masih agak familiar dengan matematika di bangku abu-abu. Eitss, saya mau bahas keunikan yang ditampilkan dosen kalkulus saya sajalah daripada yang baca udah pusing duluan gara-gara bahasan pertama saya tentang materi kalkulus haha.
Di Kalkulus I, saya cukup welcome dengannya. Di bantu dengan dua ibu dosen yang sabar dan baik hati, perlahan-lahan bersama satu angkatan yang masih unyu-unyu(red-maba) menyelami dan mendalaminya. Agak panik saat uts, uas berlalu begitu saja dengan kekecewaan dan penyesalan(mungkin). Tapi disini perlu tahu juga kalau dosen yang mengajar kami subhanallah baiknya. Entah apa kebaikannya, saya lupa.Tapi seingat saya kebaikannya itu subhanallah banget, memori itu untuk sekarang mungkin sejenak terlupa, tapi semoga suatu saat bisa teringat kembali.maaf yaa hehehe

Kalkulus II, bertemu dengan dua bapak super . Dosennya baik banget, bapaknya humoris, jadi semangat belajar kalkulusnya, ehmm... sebenernya sekarang(pada saat penulisan tulisan ini) juga agak lupa-lupa inget sih kesannya. Tapi insyaAllah jasa beliau di dunia perkalkulusan bakal terkenang.
Fokus dari tulisan ini juga sebenarnya kalkulus III, wajar ya.. baru anget-angetnya dan ini yang jadi inspirasi untuk nulis tulisan ini. 

Jadi, tiap kuliah dalam satu semester itu biasanya(terkecuali makul tertentu)ada dua dosen yang mengampu. Dosen pertama mengajar dari awal semester hingga tengah semester(sampai uts). Sedangkan dosen kedua ngajar lanjutannya, tengah semester hingga akhir semester(hingga uas). Naaah... untuk dosen yang pertama, beliau tiap masuk kelas selalu memberi nasihat kepada kami, lewat cerita biasanya. Dalam perkuliahannya, beliau menuntut banget mahasiswanya agar aktif, nuntuuuutt banget. Aktif nyari-nyari materi, entah dari kakak kelas, buku-buku maupun sumber yang lain. Intinya yang bikin beliau super antara beliau dengan kuliah kalkulus adalah cerita-cerita beliau.

Tak jarang saat perkuliahan, saya dan teman saya Riza iseng buat banyak-banyakan menulis quotes dari yang beliau ucapkan. Sepele sih, gak jelas dan kurang kerjaan juga sebenarnya kegiatan kami ini, tapi saat diselami lebih jauh, kita manggut-manggut dan bilang “Oh iya yaaa” super sekali bukaaan?? Tapi kegilaan kami tak sampai disitu. Sesampainya di kosan, ada perlombaan lagi. Karena kami anak twitter, jadilah quotes-quotes yang kami tulis tadi sebagai tweet yang muncul dari timeline kami, daripada mubazir, mending di share ke yang lain barangkali bisa bermanfaat juga buat teman yang lain hehe. Tak lupa dengan hashtag SQ (#SQ) dengan semangat kami melancarkan aksi ngetweet, reviewnya bisa dibaca di blog tetangga nih hahaha>>#SQ ?? What’s that ??

Next, akhirnya uts... dosennya pun sekarang sudah ganti pemirsaa.
Pagi itu, Selasa pukul 07.30 kurang saya sudah berada di ruang kelas. Berusaha gak telat. Dan ternyata beruntung banget gak telat. Perlahan beliau masuk dan memulai perkuliahan dengan suaranya yang tentram banget buat belajar kalkulus(semoga). Beliau agaknya suka dengan kedisiplinan. Beliau berkata,
“ Jika kalian telat 15 menit, jangan masuk kelas ya daripada mengganggu yang lain. Begitu juga kalau saya yang telat 15 menit, kalian pulang saja. Berati gak ada kuliah. Kalian jangan lama-lama menunggu, ya kecuali bagi Anda yang hobinya menunggu. Saya itu gak bangga kalau kalian lama-lama menunggu saya, justru saya kasihan. ”

Kemudian selang 20 menit kemudian, ada seorang mahasiswa yang mengendap-endap masuk kelas, langkahnya terhenti layaknya penyusup yang sudah kepergok
“Boss.. kuliah jam berapa boss??”
“Jam set 8 pak”
“Sekarang jam berapa boss? Sudah telat berapa menit boss?”
“20 menit pak”
“Yasudah boss, pertemuan pertama saya maklumi, saya curiga kalau telat sudah menjadi membudaya di mahasiswa sekarang. Mungkin juga ada mahasiswa yang rasanya kuliah belum puas kalau gak telat dulu”
 Ungkap beliau sesuai dengan fakta yang ada hehe
*ngajar lagi* pelan-pelan penyusup lain (red-temen sekelasku) masuk lagi
“Boss.. kuliah jam berapa boss?”
Bingung dia mau jawab apa dan balik nanya ke temen-temen di deketnya.
Bla bla bla.. di skip yaa saya lupa percakapannya gimana hehehe. Lucu ya beliau memanggil kami boss. Hingga pulang kampus, timeline jadi lumayan penuh sama #boss hahaha
Beliau melanjutkan dengan mengucapkan kalimat ini, kalimat yang #jlebb dan sejenak menyadarkanku dan beberapa teman-teman sekelas (maybe).

Ingat! Di belakang Anda, banyak orang yang mengharapkan Anda sukses


Sembari mangut-mangut tiba-tiba keinget bapak-ibu,

“Saya yakin Anda jika saya tanya “siapa orang yang Anda kangeni saat ini” jawabannya adalah orang tua kalian. “

Iya pak! Bener banget. Rasanya pengen teriak seperti itu.
Yah.. beliau menyebut itu sebagai intermezzo, bukannya menghakimi yang berangkat telat. Tapi kalau dari sisi saya justru jadi sebuah perenungan. Ituu *gaya Mario Teguh*

Baca Juga :

Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Beri komentar Anda untuk postingan saya yaa biar tambah cakep :D

Twitter Gue

Translate

Tanggal berapa?

Total Pageviews

wanna say hello? let's write here :)

instagram

Instagram

Followers

Entri Populer

About Me

My photo
Hanya gadis imut ciptaan Allah yang lincah, ga bisa diem, gokil sekaligus dekil, humoris tetapi bukan autis. kadang suka nglakuin hal konyol. just wanna make the world smile and dance, forget their unhappiness. let's smile :))

About this blog

hitstat

Blogger Indonesia

warung blogger

Warung Blogger

blinkblink

kursor

Cheering Line Smiley

twitter

+1

Powered by Blogger.